sepak bola

Saat tim nasional Thailand masih berjuang untuk lolos, timnas Indonesia malah menuai kritikan atas capaian yang melengkapi sederetan hasil tak memuaskan lainnya.
Menurut Peter Withe, masalah terbesar terkait pemain Thailand dengan pemain Indonesia adalah soal kebanggaan saat mereka bermain dan mengenakan kostum. Pemain Thailand bermain untuk Raja dan negaranya. Sedihnya, banyak pemain Indonesia (didorong) oleh uang.
Kita ketahui bersama, beberapa pemain datang dari latar belakang keluarga yang tingkat ekonominya sangat rendah, jadi sungguh masalah yang tidak mudah untuk mengubah semangat bermain dan ini bersifat turun temurun.
Ohhh lengkaplah sudah persepakbolaan Indonesiaku, Indonesiamu dan Indonesia kita, yang memiliki ketua PSSI punya masalah dengan hukum (bui!), pemain yang mata duitan hingga supporter yang ingin langsung membela timnasnya dengan turun ke lapangan dan menendangnya langsung ke gawang lawan, ditambah lagi boneknya yang brutal!!!
brafo indonesia!!!! garuda didadaku!!!!!!!!!!!!

jogjakarta

Saat pertama kali didirikan oleh Pangeran Mangkubumi pada saat itu, Yogyakarta bernama Ngayogyakarto Hadiningrat. Luas Yogyakarta sekitar 3.186 km persegi, dengan total penduduk 3.226.443 (Statistik Desember 1997). Semula Yogyakarta merupakan bagian dari Kerajaan Mataram namun, mulai 1755 Kerajaan Mataram dibagi menjadi Yogyakarta dan Surakarta(Solo). Keraton Yogyakarta memegang kebudayaan murni di tengah modernisasi selama berabad-abad.

Yogyakarta merupakan pusat kebudayaan Jawa seperti tarian, lukisan, wayang kulit, musk gamelan, hingga kesenian lainnya. Selain kesenian tradisional ada pula seni kontemporer yang dimajukan oleh ASRI (Akademi Seni Rupa) yang memiliki nilai penting dalam perkembangan seni likus modern di Indonesia